Deretan Wanita Sukses dari Bisnis Teknologi

Kesuskesan bukan hanya milik kaum Adam, wanita pun mempunyai kesempatan yang sama. Bahkan beberapa dari mereka mampu memberikan andil besar dalam perkembangan zaman. Berikut ulasan Inc tentang wanita sukses yang berhasil mendirikan bisnis berbasis teknologi.

Para wanita sukses dari bisnis teknologi

1. Anne Wojcicki

Deretan Wanita Sukses dari Bisnis Teknologi
Anne Wojcicki
Orang mengetahui Anne Wojcicki sebagai mantan istri salah satu pendiri Google Sergey Brin. Namun, ia juga ingin berwirausaha. Pada 2006, ia ikut mendirikan 23andMe, sebuah perusahaan yang meneliti genetik seseorang. Dengan mengetahui genetik klien, seorang klien dapat mengetahui potensi penyakit yang mungkin diderita dan melakukan pencegahaan bahkan menyembuhkannya. Pada 2013 US Food and Drug Administration menutup layanan pengujian genetik 23andMe. Meskipun demikian klien masih dapat mendapatkan informasi tentang nenek moyang mereka. 23andMe telah mencatatkan keuntungan sekitar US$ 111 juta sejauh ini, dan asset lebih dari US $ 1 miliar.

2. Sandy Lerner

Sandy Lerner adalah salah satu pendiri Cisco Systems, perusahaan tersebut bergerak dalam bidang teknologi informasi selama puluhan tahun. Lerner dan pacarnya Len Bosack, mendirikan Cisco pada tahun 1984. Pada tahun 1990, Lerner memecat CEO perusahaan tersebut, dan Bosack berhenti mendukung dirinya. Selepas dari Cisco, Lerner sempat merambah bisnis kosmetik Urban Decay, namun ia menjualnya kepada Louis Vuitton pada tahun 2000. Lerner sekarang bekerja di bidang pertanian di mana ia gencar mempromosikan pertanian organik.
Baca pula Sukses Bisnis Pulsa Tanpa Modal.

3. Judith Faulkner

Judith Faulkner adalah pendiri sekaligus CEO Epic Systems Corporation, sebuah perusahaan pembuat perangkat lunak untuk rekam medis di rumah sakit. Pada 2014 EPIC mencatatkan pendapatan sebesar US$ 1,8 miliar. Keberhasilan Epic sungguh luar biasa mengingat modal awal perusahaan tersebut hanya sebesar US$ 6.000. Meskipun cukup sukses, perusahaan tidak berencana berubah menjadi perusahaan publik. Kini kepemilikan Epic tetap berada di tangan Judith Faulkner dan para karyawan.

2 comments